Alasan Baik Membiarkan Anak-anak Bermain dengan Makanan Baru

Jakarta: Ingin anak-anak Anda mencoba makanan baru? Biarkan mereka menggunakan semua indra mereka saat makan, bahkan jika ada yang berantakan.

“Jangan bermain dengan makananmu” atau “Jangan mengunyah dengan mulut terbuka” adalah aturan di meja makan. Tetapi Anda mungkin akan berpikir dua kali untuk menerapkan kebijakan itu terutama untuk anak yang pemilih makanan. 

Membiarkan anak-anak menggunakan semua indra mereka untuk menjelajahi makanan baru memberi mereka pengalaman makanan yang positif dan mendorong mereka untuk akhirnya mencicipi makanan yang awalnya mereka tidak suka.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Public Health Nutrition, peneliti dari Finlandia mendeskripsikan program-program “pendidikan makanan berbasis sensori” yang umum di prasekolah di sana. 


(Ingin anak-anak Anda mencoba makanan baru? Biarkan mereka menggunakan semua indra mereka saat makan, bahkan jika ada yang berantakan. Foto: Abigail Miller/Unsplash.com)

Program-programnya meliputi kegiatan seperti menyiapkan salad, menanam sayuran di kebun atau pekarangan rumah dan sekolah, melakukan kunjungan lapangan untuk memetik buah beri, dan berpartisipasi dalam “sesi sensori” di mana anak-anak menyentuh, mendengarkan, mencicipi, dan mencium berbagai jenis makanan. Mereka akan berbagi pengamatan satu sama lain.

(Baca juga: Tips Memonitor Perkembangan Pendidikan Si Kecil)

Para peneliti menemukan bahwa anak-anak prasekolah yang berpartisipasi dalam pendidikan makanan ini memilih lebih banyak buah dan sayuran dari prasmanan dibandingkan dengan mereka yang tidak menerimanya. 

Para peneliti mengatakan pendidikan berbasis sensorik ini membantu anak-anak mengeksplorasi makanan dengan kelima indra dan menanamkan kegembiraan makan. Mereka juga mencatat temuan itu tetap benar bahkan jika ada tingkat pemilih yang tinggi dalam kelompok itu, yang juga dapat mendorong anak-anak untuk mencoba makanan baru.

“Masuk akal,” kata Melanie Potock, penulis Adventures in Veggieland. “Cara terbaik untuk membantu anak-anak merasa nyaman mencoba makanan baru adalah melalui permainan makanan, sehingga anak-anak dapat menjelajahi semua sifat indra makanan dan menjadi lebih nyaman dengan bagaimana rasanya akan terasa di mulut mereka,” lanjut Melanie Patock. “Itu berarti belajar dengan semua indra, bukan hanya penglihatan.”


(Kegiatan seperti menyiapkan salad, menanam sayuran di kebun atau pekarangan rumah dan sekolah, melakukan kunjungan lapangan untuk memetik buah beri, dan berpartisipasi dalam “sesi sensori” di mana anak-anak menyentuh, mendengarkan, mencicipi, dan mencium berbagai jenis makanan. Mereka akan berbagi pengamatan satu sama lain. Foto: AC De Leon/Unsplash.com)

Lagi pula, katanya, anak-anak belajar mata pelajaran seperti matematika dan bahasa melalui berbagai cara-dengan eksperimen, aktivitas langsung, dan manggambarkan suatu obyek-tidak hanya melalui input visual. Belajar tentang makanan tidak berbeda dengan hal itu.

Bagaimana Anda bisa memberi anak Anda pendidikan makanan semacam ini di rumah? Sebagai permulaan, biarkan anak-anak membantu menyiapkan makanan, kata Potock. Mereka akan belajar bagaimana berbagai jenis rasa makanan, melihat, dan mencium. Apa yang mereka rasakan ketika bahan makanan itu dipotong atau dimasak. 

Kreasi menghias makanan juga cara lain yang menyenangkan untuk mengajari anak-anak tentang makanan. Tapi yang paling penting, kata Potock, bersenang-senanglah dengan itu. “Belajar menjadi seorang petualang pemakan melibatkan salah satu indra paling penting dari semua, dan itu adalah rasa humor kita. Banyak tawa adalah unsur penting untuk setiap resep makanan.”

(TIN)