IMF: Rupiah melemah 10% terhadap dollar AS, tapi ke negara rekanan dagang hanya 4%

KONTAN.CO.ID – NUSA DUA. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa nilai tukar rupiah yang terdepresiasi terhadap dollar AS tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Chief economist IMF Maurice Obstfeld mengatakan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, yakni berupa pengetatan kebijakan moneter di AS secara gradual dan pengetatan moneter di sejumlah negara memang berdampak ke emerging markets.

“Dollar AS menguat. Namun satu cara melihat ini adalah meski rupiah secara year to date melemah 10% terhadap dollar AS, tapi depresiasi terhadap negara-negara rekanan dagang Indonesia hanya sekitar 4% saja,” kata Maurice di Bali, Selasa (9/10). Dia menambahkan, perbandingan ini penting untuk dilihat dalam situasi pelemahan nilai tukar.

Obstfekd melanjutkan, Indonesia juga menjadi cerita sukses dalam menghadapi tekanan global yang mempengaruhi stabilitas ekonomi domestik. “Meskipun kami menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi karena kebijakan pengetatan moneter, harga minyak, dan situasi perdagangan dunia yang tidak jelas, tapi kami lihat pertumbuhan masih cukup kuat dan ada kesempatan bagi pemerintah untuk mendorong ekonomi Indonesia lebih konsisten tumbuhnya,” ucap dia.

Asal tahu saja, aalam laporannya yang dirilis hari ini, Selasa (9/10), IMF menurunkan proyeksi atas pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% pada tahun ini. Dalam laporan IMF sebelumnya pada April, IMF memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,3% tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% untuk Indonesia ini juga diperkirakan terjadi pada tahun depan. Dalam laporan IMF pada April, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan 5,5%.

Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Wahyu Rahmawati

Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Wahyu Rahmawati

KURS RUPIAH